Dalamhal kata penutup ini, biasanya pada organisasi tertentu memiliki ciri khas masing-masing. Baca juga beritaku: Kalimat Penutup Islami: Pidato, Ceramah, 3 Organisasi Mahasiswa. Dalam hal menggunakan kalimat penutup dengan bahasa Arab, biasanya menjadi "sandi" dari satu anggota organisasi dengan anggota organisasi yang sama lainnya.
Demikianpembicaraan saya mengenai kebersihan dalam Islam, terimakasih banyak atas perhatiannya, "Allah adalah Dzat yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya" Demikianlah pembahasan tentang Pidato Bahasa Arab tentang Kebersihan Lingkungan. Semoga bermanfaat . Contoh Pidato Bahasa Arab Tentang Pendidikan
ContohTeks Naskah Pidato Bahasa Inggris Tentang Remaja Islam Substance Dependence Illegal Drug Trade. Contoh Pidato Bahasa Inggris Singkat Tentang Islam. Contoh Pidato Bahasa Sunda Tentang Menuntut Ilmu Dunia Belajar. Pidato Bahasa Inggris Tentang Al Quran Dan Artinya Ilmusosial Id. Pidato Bhs Inggris Prophets And Messengers In Islam Muhammad.
Dalampendidikan Islam, aspek intelektual berkembang dari kecermatan dan kejujuran berpikir serta aplikasi praktis menuju pengakuan adanya Dzat Yang Maha Tinggi, melalui pencarian petunjuk serta penjauhan diri dari eksploitasi hawa nafsu. 10. kurikulum islami harus memperhatikan pendidikan tentang segi-segi perilaku islami yang bersifat
Menyebarkanmateri dengan mempemudah pemahamannya, akan membuka wawasan masyarakat lebih. Namun, untuk mencapainya dibutuhkan pemahaman cara membuat teks ceramah terlebih dahulu. Daftar Isi Artikel. Jenis Ceramah. 1. Ceramah Umum. 2. Ceramah Khusus. Ciri-Ciri Teks Ceramah Yang Baik Dan Benar.
Berikutini contoh teks pidato dalam bahasa arab tentang mencari ilmu: Apakah kamu ingin melihat contoh pidato bahasa arab yang baik dan. Kumpulan teks ceramah agama islam singkat dari aa gym, anwar zahid, zainudin mz, jujun junaedi, ustad yusuf mansur, kang ibing, uje dan lainnya. Ceramah singkat bahasa arab tentang menuntut ilmu.
eAyki. JAKARTA – Dalam ajaran Islam, setelah seseorang meninggal dunia, dia akan mengalami kehidupan di alam kubur sebelum terjadi kebangkitan pada Hari Kiamat. Tentang kehidupan para nabi dalam alam kubur, ada beberapa hadits yang memberikan beberapa informasi tentang hal tersebut. Dalam hadits-hadits yang diriwayatkan disebutkan bahwa nabi hidup dengan keadaan yang berbeda di alam kubur. Ia mendapatkan kenikmatan dan keberkahan dari Allah SWT, serta diberikan kemuliaan dan kedudukan yang tinggi. Begitu juga dengan kehidupan para syuhada di alam kubur. Berikut salah satu hadits yang menjelaskan tentang kehidupan para nabi di alam kubur عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اْلأَنْبِيَاءُ أَحْيَاءٌ فِى قُبُوْرِهِمْ يُصَلُّوْنَ "Diriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah SAW bersada Para nabi hidup di kuburannya, mereka melakukan sholat." HR al-Baihaqi dalam Hayat al-Anbiya' fi Quburihim I/72 dan Abu Ya'la No 3425. Terkait status hadits ini para ulama ahli hadits menilai sahih, seperti al-Hafidz Ibnu Hajar. Sedangkan khusus kehidupan orang yang mati dalam peperangan membela agama Allah ST atau para syuhada dijelaskan dalam Alquran sebanyak dua kali, yaitu وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُّقْتَلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتٌ ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ وَّلٰكِنْ لَّا تَشْعُرُوْنَ Artinya “Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah mereka telah mati. Sebenarnya mereka hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” QS al-Baqarah ayat 154. وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًا ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ Artinya “Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki.” QS Ali Imran 169. Namun, penting untuk dicatat bahwa rincian tentang kehidupan nabi di alam kubur bukanlah bagian dari pokok ajaran Islam. Kehidupan di alam kubur adalah bagian dari kepercayaan yang bersifat metafisik dan tidak dapat diketahui secara pasti kebenarannya dalam dunia ini. Baca juga Terpikat Islam Sejak Belia, Mualaf Adrianus Jawaban Atas Keraguan Saya Selama Ini Dalam Islam, fokus utama adalah pada kehidupan di dunia ini dan persiapan untuk kehidupan di akhirat. Oleh karena itu, umat Islam lebih dianjurkan untuk berpegang pada ajaran Islam yang diajarkan Nabi Muhammad SAW selama hidupnya di dunia, seperti menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya, beribadah dengan sungguh-sungguh, dan memperbaiki akhlak dan hubungan dengan sesama manusia.
Ceramah Singkat Tentang PendidikanCeramah Singkat Tentang Pendidikan 02Sebarkan iniPosting terkait Assalamu’alaikum Pertama tama kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat allah swt yang telah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua sehingga kita semua masih diberikan kesehatan dan dapat menghadiri acara sosialisasi di pagi hari yang cerah ini. Hadirin sekalian, Pentingnya pendidikan sangat mempengaruhi moral dan perilaku anak bangsa. Generasi muda harus di didik dan diberikan pengarahan mengenai pendidikan karena dengan menerima pendidikan akan mewujudkan cita citanhya kelak dan juga akan mengharumkan nama keluarga dan nama bangsa indonesia. Jangan sepelakan pendidikan bagi anak anak karena anak anak adalah generasi penerus bangsa dan haus akan pedidikan. Banyak sekali manfaat yang akan di terima oleh anak anak ketika sudah dewasa nanti seperti tidak mudah di tpipu, pintar dan dapat menjadi orang yang sukses. Pendidikan di indonesia selama 12 hukumnya wajib sehingga dengan belajar selama itu akan memberikan bekal kepada anak anak dan menjadikan acuan pada saat dewasa nanti. Sekian yang dapat saya sampaikan pada pidato di pagi hari yang cerah ini apabila tedapat salah kata saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Ceramah Singkat Tentang Pendidikan 02 Assalamu Alaikum warahmatullahi Wabarakatu Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Pilih pembukaan pidato yang biasa sobat pakai Perbaikan kualitas bangsa harus ditempuh dan terutama melalui pendidikan. Pendidikan itu proses yang panjang, yang tak henti-hentinya untuk mencapai satu tujuan dan terbuka untuk menerima ide-ide dan konsep-konsep baru. Itu makna pendidikan, sehingga suatu saat hasil dari pendidikan itulah yang akan menumbuhkan budaya baru dengan manusia yang cerdas. Selama manusianya cerdas maka ia mempunyai kebijakan dan kebajikan dalam jiwanya. Barulah setelah itu dia mampu menguasai sains dan teknologi. Budaya baru itulah yang menjadi kontra budaya yang kemudian masuk ke dalam tatanan menjadi masyarakat budaya alternatif yang akan dipilih oleh bangsa ini. Semuanya melalui pendidikan yang tertata rapi pendidikan yang mampu mencerdaskan, mampu menumbuhkan jiwa yang bajik dan bijak, dan menguasai sains dan teknologi. Itulah nanti yang akan mengubah bangsa Indonesia menjadi Indonesia baru. Hal ini tampaknya akan menjadi ”momok” bagi pendidikan di Indonesia. Belum lagi persoalan kekurangan tenaga pendidik terselesaikan, masalah sarana pendidikan yang tidak memadai muncul, dan menyusul persoalan mahalnya biaya pendidikan. Kita masih merasa sebagai bangsa yang tertinggal dalam berbagai hal dibandingkan dengan bangsa lain. Oleh karena itu satu-satunya jalan untuk mencerdaskan bangsa adalah dengan meningkatkan pendidikan demi untuk menjadikan bangsa yang cerdas melalui sistem pendidikan nasional yang menyeluruh dan terencana. Namun untuk menuju ke arah itu, jalan yang ditempuh sangat panjang dan berliku karena persoalan pendidikan sangat terkait dengan faktor lain, termasuk masalah ekonomi, keamanan dan masalah sosial lainnya. Para guru pun diharapkan mulai mengubah cara belajar kepada siswa. Para guru pun tidak boleh lagi memberikan tekanan kepada siswa seperti pelajaran menghafal dan memberikan soal pilihan ganda multiple choice karena bisa berdampak pada pembentukan kepribadian. Peran pendidikan, sebagai sarana pemberdayaan, harus secara sadar menyiapkan peserta didik dalam kehidupan masyarakat baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Pemberdayaan hanya mempunyai makna jika proses pemberdayaan menjadi bagian dan fungsi dari kebudayaan. Oleh karena itu, pendidikan harus menumbuhkan jiwa independensi, menggerakkan pernyataan diri dan para pendidik mengajar siswa untuk hidup dalam harmoni dengan menghargai adanya perbedaan. Ke depannya, sistem pendidikan harus berubah dari instruksional menjadi motivasional berprestasi, berkreasi, dan berbudi pekerti. Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
Dalil Tentang Pendidikan Ayat dan Hadits Pendidikan Lengkap – Pendidikan merupakan sebuah proses pembelajaran bagi setiap individu untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang sesuatu yang bersifat positif. Dalam Islam telah dianjurkan bahkan diwajibkan bagi Umat Islam untuk belajar atau menuntut ilmu. Akhlakul karimah diperoleh melalui pendidikan, tauhid ditanamkan dalam jiwa melalui pendidikan, pengetahuan diperoleh melalui pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan dalam Islam agar umat Islam terbebas dari kebodohan. Banyak dalil-dalil yang berkaitan tentang pendidikan baik dalam Al-Qur’an maupun hadits. Dalam kesempatan ini, catatanmoeslimah akan meringkas tentang dalil pendidikan berdasarkan Al-Qur’an dan hadits. Disini akan dibahas dalil yang berkaitan dengan pendidikan, 8 ayat al-Qur’an dan 9 haditsnya. Ayat Tentang Pendidikan Banyak sekali kita jumpai ayat-ayat Al-Qur’an yang memerintahkan kepada kita agar berilmu dan berpendidikan. Diantara ayat-ayat yang berkaitan dengan pendidikan diantaranya sebagai berikut Surat Al-Mujadalah ayat 11 يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ Artinya “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan“. Surat al-Alaq ayat 1-5 5 اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ 1 خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ 2 اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ 3 الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ 4 عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ Artinya “Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-mu yang Menciptakan. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhan-mulah Yang Maha Mulia. Yang Mengajar manusia dengan pena. Dia Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya“. Surat Shod ayat 29 كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ Artinya “Kitab Al-Qur’an yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayat-Nya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran“. Surat al-Kahf ayat 66 قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا Musa berkata kepada Khidhr “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar diantara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?“. Surat Thoha ayat 114 وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا Artinya “Dan katakanlah olehmu muhammad, “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan“. Surat As-Shaffat Ayat 102 فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ Artinya “Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar“. Surat At-Taubah ayat 122 وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ Artinya “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya ke medan perang. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya“. Surah al-Baqarah ayat 31 وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ Artinya “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama benda-benda seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!“. Hadits Tentang Pendidikan Beberapa hadits yang berkaitan dengan ilmu atau pendidikan telah diposting pada tulisan sebelumnya. Berikut ini ada beberapa tambahan dalil berupa hadits tentang pendidikan. Dari Ali ra. ia berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda اَدِّبُوْا اَوْلَادَكُمْ عَلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ حُبِّ نَبِيِّكُمْ وَحُبِّ اَهْلِ بَيْتِهِ وَ قِرَأَةُ الْقُرْأَنِ فَإِنَّ حَمْلَةَ الْقُرْأَنُ فِيْ ظِلِّ اللهِ يَوْمَ لَا ظِلٌّ ظِلَّهُ مَعَ اَنْبِيَائِهِ وَاَصْفِيَائِهِ Artinya “Didiklah anak-anak kalian dengan tiga macam perkara yaitu mencintai Nabi kalian dan keluarganya serta membaca Al-Qur’an, karena sesungguhnya orang yang menjunjung tinggi Al-Qur’an akan berada di bawah lindungan Allah, diwaktu tidak ada lindungan selain lindungan-Nya bersama para Nabi dan kekasihnya”. HR. Ad-Dailami مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ عَلِمَهُ ثُمَّ كَتَمَهُ أُلْجِمَ يَوْمَ الْقِياَمَةِ بِلِجَامٍ مِنَ النَّارِ Artinya “Barang siapa ditanya tentang suatu ilmu yang ia ketahui kemudian ia menyembunyikannya tanpa menjawabnya, maka kelak ia dikendalikan di hari kiamat dengan kendali yang terbuat dari api neraka.” HR .Abu Daud dan Tirmidzi كُنْ عَالِمًا اَوْ مُتَعَلِّمًا اَوْ مُسْتَمِعًا اَوْ مُحِبًا وَلَا تَكُنْ خَامِسًا فَتُهْلِكَ Artinya “Jadilah engkau orang yang berilmu pandai atau orang yang belajar, atau orang yang mendengarkan ilmu atau yang mencintai ilmu. Dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka.” HR Baehaqi لَا يَتْبَغِ لِلْجَاهِلِ اَنْ يَسْكُنَ عَلَى جَهْلِهِ وَلَا لِلْعَالِمِ اَنْ يَسْكُنَ عَلَى عِلْمِهِ Artinya “Tidak pantas bagi orang yang bodoh itu mendiamkan kebodohannya dan tidak pantas pula orang yang berilmu mendiamkan ilmunya.” HR. Ath-Thabrani Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِيْ الدِّيْنِ وَ اِنَّمَا الْعِلْمُ بِاالتَّعَلُّمِ Artinya “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi baik, maka dia akan difahamkan dalam hal agama. Dan sesungguhnya ilmu itu dengan belajar“. HR. Bukhori تَعَلَّمُوْا مِنَ الْعِلْمِ مَا شِئْتُمْ فَوَاللهِ لَا تُؤْتِ جَزَاءً بِجَمْعِ الْعِلْمِ حَتَّى تَعَمَّلُوْا Artinya “Belajarlah kalian semua atas ilmu yang kalian inginkan, maka demi Allah tidak akan diberikan pahala kalian sebab mengumpulkan ilmu sehingga kamu mengamalkannya“. HR. Abu Hasan تَعَلَّمُ الْعِلْمَ وَتَعَلَّمُوْا لِلْعِلْمِ السَّكِيْنَةِ وَالْوَقَارِ وَتَوَضَّئُوْا لِمَنْ تَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُ Artinya “Pelajarilah olehmu ilmu pengetahuan dan pelajarilah pengetahuan itu dengan tenang dan sopan, rendah hatilah kami kepada orang yang belajar kepadanya“. HR. Abu Nu’aim مُرُوْا اَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُم اَبْنَاءُ سِنِيْنَ وَاضْرِبُهُمْ اَبْنَاءَ عَشَرَ وَ فَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِيْ الْمَضَاجِعِ Artinya “Suruhlah anakmu melakukan sholat ketika berumur tujuh tahun. Dan pukullah mereka karena mereka meninggalkan sholat ketika berumur sepuluh tahun. Dan pisahlah mereka anak laki-laki dan perempuan dari tempat tidur“. Abu Dawud كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ اَوْ يُنَصِّرَنِهِ اَوْ يُمَجِّسَنِهِ Artinya “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, ayah dan ibunyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” HR. Bukhori dan Muslim Dalil tersebut hanya sebagian dari sekumpulan ayat dan hadits tentang pendidikan. Karena pendidikan mencakup banyak hal, seperti pendidikan dalam beribadah, berpakaian, bertamu, adab berbicara, bergaul dan lain sebagainya. Semoga tulisan mengenai Dalil Tentang Pendidikan Ayat dan Hadits Pendidikan Lengkap ini dapat membantu sahabat semua dalam mencari pengetahuan, referensi atau keperluannya. Jangan lupa baca juga beberapa artikel berikut yang masih berkaitan dengan pendidikan.
Ceramah Singkat Tentang Ilmu Islam Agama Ilmu ini adalah untaian mutiara nasihat oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafidzahullahu Ta’ala. Lihat kultum lainnya melalui link ini. Lihat videonya Ceramah Singkat Agama Islam Agama Ilmu Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas. Lihat juga video Ceramah Agama Islam Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga. Ceramah Singkat Tentang Ilmu Islam Agama Ilmu Ikhwani fiddin a’azza kumullah, Kepada kaum muslimin dan muslimat, kepada pemirsa TV Rodja dan pendengar Radio Rodja yang mudah-mudahan dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang Allah karuniakan kepada kita dan kita bersyukur diberikan nikmat Islam. Yang saya akan bahas dalam ceramah singkat ini, yaitu kita harus mengetahui bahwa agama Islam ini adalah agama ilmu. Sebab kita tidak akan tahu tentang agama ini kecuali dengan ilmu. Yang pertama, dengan wahyu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang Allah turunkan Al-Qur’an selama 23 tahun. Kemudian Nabi menyampaikan kepada para sahabat Radhiyallahu Anhum Ajma’in, kemudian sahabat menyampaikan kepada Tabi’in, sampai kepada kita. Kita harus belajar tentang agama ini. Karena pada hakikatnya manusia mempunyai sifat bodoh, tidak tahu agama. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan di dalam surah Al-Ahzab, surah 33 ayat 72, Allah berfirman إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا ﴿٧٢﴾ “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh,” QS. Al-Ahzab[33] 72 Allah menyebutkan di dalam surat Al-Ahzab ayat 72 ini bahwa manusia sangat dzalim dan sangat bodoh. Kalau manusia sangat dzalim, manusia sangat bodoh, maka dia harus belajar tentang agama ini. Supaya hilang kebodohan. Begitu juga dia harus mentauhidkan Allah, supaya hilang kedzaliman. Karena kalau kita bicara soal keadilan, keadilan yang paling adil adalah tauhid. Sedangkan kedzaliman yang paling dzalim adalah syirik. Maka manusia disuruh belajar. Yang pertama kali belajar tentang agama ini. Karena manusia dilahirkan dalam keadaan tidak tahu apa-apa, jahil. Allah menyebutkan جَهُولًا Bodoh, nggak ngerti apa-apa manusia ini. Tidak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan dia berilmu. Dia harus belajar. Jadi kita harus memperbaiki cara beragama kita dengan dalil. Ilmu ini maksudnya kita belajar ilmu syar’i, Al-Qur’an dan Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih. Karena banyak kita lihat umat Islam yang tidak belajar, tidak ngaji, tidak menuntut ilmu. Mereka sibuk dengan dunianya, sibuk dengan kerja, dengan dagangan, dengan usaha, dengan kuliah dan yang lain. Tapi agama mereka tidak mempelajari. Soal dunia, mereka tahu -kata Allah- tapi mereka lalai tentang akhirat. Allah menyebutkan dalam surah Ar-Rum ayat 7 يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِّنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ ﴿٧﴾ “Mereka tahu tentang apa yang tampak dari kehidupan dunia, tetapi mereka lalai dari akhirat.” QS. Ar-Rum[30] 7 Dunia mereka tahu. Tentang berbagai disiplin ilmu dunia mereka tahu. Tentang masalah keuangan, tentang masalah teknologi dengan segala macamnya mereka tahu. Tapi tentang agama tidak tahu. Manusia Wajib Belajar Agama Semua manusia wajib belajar agama ini. Apakah dia orang awam, apakah dia rakyat, apakah dia pejabat, apakah dia seorang dokter, seorang doktor, seorang profesor, dia orang tua, sebagai anak, laki, perempuan, dia orang miskin, orang kaya atau siapa saja, wajib menuntut ilmu! Nabi bersabda Shallallahu Alaihi wa Sallam طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” HR. Ibnu Majah Wajib! Kalau wajib untuk semuanya. Dan riwayat ini shahih. Setiap muslim dan muslimah wajib menuntut ilmu syar’i, wajib belajar agama. Kalau kita lihat tentang Islam kita, rata-rata kaum muslimin yang ada ini Islamnya KTP. Padahal nikmat Islam ini adalah nikmat yang luar biasa, lebih baik dari dunia dan seisinya. Sekarang kita harus menjaga iman kita, jaga keislaman kita. Dengan apa kita menjaga? Dengan apa kita mensyukuri nikmat Islam ini? Yaitu dengan kita belajar agama. Kalau kita tidak belajar agama, bagaimana kita tahu tentang agama Islam? Kita tidak akan tahu. Dan kita ingat bahwa Allah setiap hari memberikan waktu kepada kita 24 jam. 24 jam Allah berikan waktu kepada kita, menit. Tinggal kita berusaha bagaimana dalam sehari itu mempelajari agama 1 jam 60 menit, atau 2 jam 120 menit, dari menit yang Allah berikan kepada kita. Masa kita ngga ada waktu? Tidak mungkin kita tidak memiliki waktu! Tinggal kita bagaimana mengatur waktu kita untuk belajar agama ini, sehingga kita paham tentang agama. Harus kita belajar! Agama ini Dalil Kalau disebutkan ilmu, tentu dengan dalil. Agama ini dalil. Kita tidak boleh ikut-ikutan dalam beragama. Kalau kita lihat kaum muslimin, mereka seperti yang Allah sebutkan. Mereka sangatlah dzalim. Untuk dunia, mereka kejar. Mereka belajar, mereka teliti, mereka lihat kitab-kitabnya, mereka pelajari, mereka ingin buktinya sesuatu itu benar atau tidak. Itu ketika mereka belajar ilmu pengetahuan. Tapi kalau soal agama, kita lihat kaum muslimin, mereka ikut-ikutan, tidak pernah bertanya dalilnya apa? Ketika ada kyai atau ustadz atau guru mengajarkan sesuatu kepada dia, dia ikut-ikutan. Kita Harus Jujur Coba kita jujur, kita lihat kaum muslimin. Mereka ketika wudhu, shalat atau yang lain, mereka tidak menanyakan dalil. apa kata ustadnya atau apa yang mereka belajar dulu waktu masih kecil, itu saja, tidak ada perubahan sama sekali. Mereka tidak berusaha bagaimana memperbaiki agama mereka, cukup. Tapi kalau ilmu pengetahuan, mereka buka kitabnya, mereka rujuk dan segala macam. Artinya mereka rujuk dari kitab-kitab, benar atau tidak. Dan mereka tanyakan buktinya. Misalnya -saya ambil contoh- kalau orang shalat, yang ada ikut-ikutan. Ini masalah agama, padahal ini adalah hal pertama yang dihisab pada hari kiamat. Mereka tidak pernah bertanya dalilnya apa, bagaimana cara takbirnya, apa yang harus dibaca, bagaimana cara ruku’nya, tidak pernah ditanya tentang buktinya berupa dalil. Tapi kalau jual beli mobil atau motor -misalnya-, mereka tanya tidak surat-suratnya? Ketika jual beli tanah, mereka bertanya tentang suratnya, asli atau tidak? palsu atau tidak? Itu semua ditanya dengan detil oleh dia. Tidak mau mereka tertipu. Tapi soal agama, mereka tidak hanya, ikut-ikutan. Seharusnya bertanya, dalilnya mana? Kita beragama harus dengan dalil. Bukan kata ustadz, bukan kata guru, bukan kata kyai, tapi dalilnya mana? Ini ketidak-adilan manusia, kedzaliman manusia. Kalau masalah dunia, ditanya dulu sampai teliti. Beli mobil, beli motor, beli tanah, beli apa saja, ditanya buktinya, suratnya, asli atau tidak, lengkap atau tidak, seperti itu mereka. Tapi kalau masalah akhirat, ketika ada orang yang menyampaikan, dengar, lalu diamalkan tanpa tahu dalilnya. Perintah Beragama Dengan Dalil Tolong dengarkan dan catat! Allah berfirman di dalam surat Al-Isra’, surat 17 ayat 36. Allah berfirman وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَـٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا ﴿٣٦﴾ “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” QS. Al-Isra'[17] 36 Jadi, didalam kita beragama, tidak boleh kita ikut-ikutan. Tanya dalilnya, ada atau tidak keterangan yang mengatakan seperti ini? Apakah bentuknya aqidah? Apakah bentuknya keyakinan, ibadah, shalat atau yang lainnya? Bentuknya perayaan atau apa saja, mana keterangannya? Mana dalilnya mengadakan seperti ini? Ada nggak keterangannya? Ada nggak dalilnya? Kita benar menggunakan dalil. Dan Allah yang menyuruh demikian di dalam Al-Qur’an, “Jangan kamu ikut apa yang kamu tidak tahu.” Allah yang mengatakan demikian. Tidak boleh kamu ikut apa yang kamu tidak tahu. Jadi harus kita ikut dengan dalil. Kita lihat lagi ayat yang lain. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 111 وَقَالُوا لَن يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَن كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ ﴿١١١﴾ “Dan mereka berkata “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah “Tunjukkanlah bukti hujjah/dalil kebenaranmu jika kamu adalah orang yang jujur”. QS. Al-Baqarah[2] 111 Allah menyuruh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika orang-orang Yahudi dan Nasrani mengklaim diri mereka bahwa mereka adalah yang pasti masuk surga. Kata Allah kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Katakan kepada mereka, mana buktinya? mana hujannya? mana dalilnya?” Tidak ada keterangan dari al-Qur’an maupun sunnah dan tidak ada keterangan juga dalam kitab mereka bahwa mereka masuk surga. Kecuali dengan iman, kecuali dengan amal shalih. Dan setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, mereka wajib untuk masuk kedalam agama Islam, wajib mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Hatta walaupun Nabi Musa Alaihish Shalatu was Salam. Kata Nabi لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي “Kalau seandainya Musa masih hidup, dia wajib mengikuti aku.” HR. Ahmad Jadi, wajib mengikuti Rasulullah.. Sekarang Rasulullah diperintahkan oleh Allah untuk menanyakan kepada mereka hujjah/dalilnya. Sedangkan tidak ada dalil tentang mereka dijamin dengan surga. Allah menyuruh kita untuk beragama dengan dalil. Mana hujjah? Mana dalid dalam kita beragama? Tidak boleh kita ikut tanpa dalil. Karena kita pasti akan sesat. Dan ini yang banyak kaum muslimin yang mereka tidak paham. Maka harus diperbaiki agama mereka, mereka wajib menuntut ilmu syar’i. Ini adalah jalan menuju surga. Karena kita yakin, kita orang Islam, bahwa yang kita tuju dalam hidup kita ini adalah ibadah kepada Allah dan kita ingin masuk surga. Sedangkan cara untuk masuk surga banyak caranya. Hal mendasar yang harus kita ketahui pertama kali -di samping iman, amal shalih- adalah menuntut ilmu. Karena tidak mungkin juga kita melakukan amal shalih tanpa ilmu. Maka Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ “Barangsiapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mudahkan jalannya ke surga.” HR. Muslim Jadi kalau kita menuntut ilmu, Allah mudahkan jalan ke surga. Makanya kita wajib menuntut ilmu, belajar agama. Jangan sampai kita selamanya bodoh tentang agama, nggak tahu tentang agama. Bahkan dibodohi oleh orang, dibohongi oleh orang, dibawa ke sini mau, di bawa ke sini mau. Akhirnya kita tidak mempunyai pegangan dalam hidup ini. Kita orang Islam, kita harus belajar agama Islam dengan sungguh-sungguh, belajar dengan benar, belajar dengan dalil, sampai kita paham agama ini. Dan itu mudah, tidak sulit. Tidak ada dalam agama Islam yang menyulitkan manusia. Semuanya mudah. Sebab Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ “Agama Islam mudah.” HR. Bukhari Tinggal kita meluangkan waktu untuk belajar agama ini agar kita memahami agama, bisa mengamalkan amal shalih dengan ikhlas dan ittiba’, agar tidak dimasukkan ke dalam surga. Itu yang kita tuju sebagai seorang mukmin dan mukminah. Mudah-mudahan yang saya sampaikan bermanfaat untuk saya untuk antum sekalian. وصلى الله على نبينا محمد صلى الله عليه وسلم سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ Download mp3 Ceramah Singkat Tentang Ilmu Islam Agama Ilmu Podcast Play in new window DownloadSubscribe RSS Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda. Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui Telegram Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui Facebook Pencarian ceramah singkat tentang ilmu, pidato menuntut ilmu, ceramah tentang menuntut ilmu, kultum singkat tentang menuntut ilmu, pidato tentang pentingnya menuntut ilmu, teks ceramah menuntut ilmu
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Majunya peradaban suatu bangsa dipengaruhi oleh sumber daya manusia SDM yang berkualitas, jika SDM nya tidak berkualitas dari berbagai bidang yang ada, dapat dipastikan bangsa tersebut akan tertinggal dari segala aspek kehidupan. Pendidikan sebagai salah satu bidang yang akan mengembangkan kualitas SDM tentunya perlu dipikirkan dengan matang, supaya penyelenggaraan pendidikan yang ada di suatu bangsa bisa memberikan peran dalam membina SDM yang pendidikan yaitu berbagai usaha yang dilakukan oleh seseorang pendidik terhadap seseorang peserta didik agar tercapai perkembangan maksimal yang positif. Usaha itu banyak macamnya. Salah satu diantaranya dengan cara mengajarnya, yaitu mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Pendidikan merupakan proses sosialisai anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan memberi warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka di masa yang akan datang. Adapun pendidikan Islam adalah usaha sadar secara sistematis yang mendorong terjadinya proses belajar dan penyesuaian individu-individu secara terus-menerus terhadap nilai-nilai budaya dan cita-cita masyarakat berdasarkan nilai-nilai Islam. Definisi pendidikan Islam adalah "Proses transformasi dan internalisasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islami pada peserta didik melalui penumbuhan dan pengembangan potensi fitrahnya untuk mencapai keseimbangan dan kesempurnaan hidup dalam segala aspeknya." Tujuan umum pendidikan dan pengajaran dalam Islam ialah menjadikan manusia-seluruh manusia sebagai abdi atau hamba Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Tujuan pendidikan Islam sejalan dengan tujuan diciptakannya manusia yakni mengembangkan pikiran manusia dan mengatur tingkah laku serta perasaannya berdasarkan Islam. Dengan demikian, tujuan akhir pendidikan Islam adalah merealisasikan 'ubudiyah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala di dalam kehidupan manusia, baik individu maupun guru dalam pendidikan Islam sangat penting artinya dalam proses pendidikan, karena dia yang bertanggung jawab dan menetukan arah pendidikan tersebut. Oleh karena itu, orang yang mengajar kebaikan kepada manusia didoakan oleh penghuni langit dan bumi. Ruang lingkup, fungsi, tanggung jawab dan peranan guru dalam pandangan Islam tidak akan beranjak dengan semangat ajaran pendidikan dalam perspektif Islam sangat penting, dan itu tercantum di dalam firman-Nya yang mengisahkan bagaimana Nabi Adam 'Alaihi As-Salam mendapat materi nama-nama dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala"Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama benda semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada Para Malaikat, seraya berfirman, "Sebutkan kepada-Ku nama semua benda ini, jika kamu yang benar!" QS. al-Baqarah [2] 31. Fungsi penegasan kalimat semuanya untuk menyatakan bahwa Allah mengajarkan kepada Adam semua nama, dan tidak ada sesuatu pun yang luput dari itu. Dia yakni Allah mengajar Adam nama-nama benda seluruhnya, yakni memberinya potensi pengetahuan tentang nama-nama atau kata-kata yang digunakan menunjuk benda-benda, atau mengajarkannya mengenal fungsi benda-benda. Author Detya Ayu Nur'aini, Ilham Muhammad Firdaus Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
ceramah tentang pendidikan dalam islam